Total Tayangan Laman

Minggu, 10 Oktober 2010

IAAS LC UNDIP


- History of IAAS Local Committee Diponegoro University
IAAS Local Committee Diponegoro University (LC-Undip) was accepted as candidate member IAAS Indonesia in 2006. The people who propose founding IAAS LC-Undip, Arlies Meta Nugraha and he was presented about LC Undip by email and cyber meeting. In 2007 this status changed into full-member. After those the delegation return from Bogor, Undip did a simple regeneration when Hadha Senoutomo had been elected to be the first LCD IAAS LC-Undip. Then IAAS LC-Undip held Pra IOP I and IOP I to attract new candidate member of IAAS LC - Undip.

Department in IAAS LC-Undip
Executive Committee (EC) are the main element in IAAS Local committee, it consist of three students who has been elected and appointed by the Local Committee Conference (LCC) as the
1. Local committee Director (LCD),
2. Deputy Local Director (DLD), and
3. Executive Secretary (ES).
Under Executive Committee there are three departments;
1. Exchange Program Department (Expro),
2. Human and Resources Department (HRD), and
3. Project Department (Project).
In doing their program Local Committee will be controlled by Control Committee of Local Committee (CCLC).

- Working Programs of IAAS Local Committee Diponegoro University

Working Programs of IAAS LC-Undip in 2009 – 2010 are:
1. Outbound will happen on July 2009.
2. IAAS Orientation Program (IOP) III will be happen on September 2009.
3. Building On Success I (BOS) will be happen on October 2009.
4. IAAS Goes to Faculty
5. English Speech Contest will be happen on December 2009.
6. TOEFL Test and preparation
7. Sending delegation for IAAS World Congress, Exchange program
8. Sending delegation for IAAS National Congress

Programs has been happened in IAAS LC – Undip for two years are:
1. IAAS LC-Undip has two hosting place in Semarang. There are BIB (Balai Inseminasi Buatan) Ungaran and PBIAT (Pembenihan dan Budidaya Ikan Air Tawar) Ambarawa. These place could be used to Research and study work.
2. IAAS LC-Undip have sent delegation to National Congress XII, XIII, XIV and XV in Bogor, Kendari, Semarang and Malang.
3. IAAS LC-Undip have performed IOP (IAAS Orientation Program) and BOS (Building On Success) I for two years.
4. IAAS LC-Undip be host of National Congress XIV 2009.
5. IAAS LC-Undip have conducted thrice LCC.

The next generation residing in hand all of you. So, let’s join in

IAAS INDONESIA


- Keberadaan IAAS Indonesia
IAAS Indonesia merupakan suatu organisasi bagi mahasiswa agrokompleks yang memfasilitasi pertukaran ilmu dan pengalaman, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.

IAAS Indonesia merupakan salah satu dari 40 negara anggota dari IAAS, yang merupakan organisasi mahasiswa agrokompleks terbesar di dunia.

IAAS berdiri atas dasar keinginan untuk membangun ketahanan pangan di seluruh dunia.

IAAS Indonesia bergabung menjadi anggota IAAS, diawali dengan keikutsertaan dalam world congress IAAS di Thailand pada tahun 1991, kemudian resmi menjadi anggota IAAS Internasional pada tahun 1992 di World Congress IAAS di Belgia.

Keanggotaan IAAS Indonesia
Keanggotaan IAAS Indonesia bersifat anggota kelembagaan, sedangkan anggota individu berada di bawah koordinasi local committee.

Anggota
LC Institut Pertanian Bogor, LC Universitas Brawijaya, LC Universitas Padjajaran, LC Universitas Haluoleo, LC Universitas Diponegoro dan LC Universitas Negeri Sebelas Maret. Dengan anggota individu kurang lebih sebanyak 400 orang.

Bentuk Organisasi
Kebijakan umum IAAS Indonesia mengikuti IAAS Internasional namun juga memiliki pedoman rumah tangga sebagai pedoma operasional. Bentuk organisasi IAAS Indonesia adalah struktural fungsional, dengan sistem kepemimpinan non-kolektif. Dengan kekuasaan tertinggi di bawah national congress, sedangkan untuk operasional kekuasaan tertinggi dipegang oleh National Committee (NC), yang diketuai oleh National Director (ND). Sedangkan di tingkat LC (Local Committee), kekuasaan tertinggi dipegang oleh Local Committee Director (LCD).

- Kegiatan IAAS Indonesia
Kegiatan yang pernah dilakukan
1. Asia Pacific Regional Meeting I, dan Seminar Internasional “Sustainable Agriculture System and Its Impact on Environment in Asia Pacific” pada tahun 1992.
2. Seminar Nasional “Indonesia farmer in the 21st century” pada tahun 1993 di LC IPB.
3. Working camp “Potential of youth farmer” pada tahun 1994 di LC IPB.
4. Tuan rumah the 39th IAAS World Congress dan Seminar Internasional “Tropical Agriculture in the Global Market” pada tahun 1996 di LC IPB dan Unpad.
5. Asia Pacific Regional Meeting II dan Seminar Internasional “Agriculture Policy: An Asia Pacific Perspective; Towards the New Millenium” pada tahun 2000.
6. The 45th IAAS World Congress dan Seminar Internasional “Agribusiness; Now and Then” pada tahun 2002
7. Asia Pasifik Regional Meeting III, “Agriculture in Globalization” pada tahun 2005.

Kegiatan Rutin di Tingkat:
Internasional: World Congress, General Assembly, Regional Meeting, Exchange Programme.
Nasional: National Congress, ExProNas, Village Concept Project.
Lokal: IAAS orientation Programme (IOP), Building On Success (BOS), English Club, Mandarin, France and Japan Class, Dioscuss Group, Tractor Training.

Kegiatan yang akan diselenggarakan:
1. National Congress XV tahun 2010 di LC Universitas Brawijaya.
2. Tuan Rumah 53rd World Congress dan Seminar Internasional “the Power of Local Resources to Support Food, Energy and Trade” pada tahun 2010.

Executive Committee 2009 – 2010
National Director :
Hafiz Iqbal Maulana (LC UB)

Vice Director of Exchange:
Jihan (LC Unhalu)

Vice Director of Partnership:
Prima (LC IPB)

Vice Director of Finance:
Lina (LC UB)

Vice Director of Communication:
Budi Hartono (LC Unhalu)




National Operational Office:
Sekertariat Bersama Kav. 18 Universitas Brawijaya Jl. MT. Haryono 161 Malang 65145 East Java-Indonesia

Sabtu, 09 Oktober 2010

The University of Birmingham


-
All you know about the university of Birmingham


.Profile
The university of Birmingham is one of the UK's traditional universities,established in 1990,and is located on a large landscaped campus with excellent facilities,close to the centre of england's second city. It has a strong reputation around the world for excellence in both teaching and research,and for its research and postgraduate student emphasis.Over 5,500 of the university's total of 18,000 student are registered for master's and Phd degrees,making the graduate school one of the largest in the country. One of the elite group leading research universities,Birmingham offers a wide range of Bachelor's,Master's and PhD opportunities in many subjects,including Engineering (Civil,Chemical,Electronic and Electrical, Manufacturing and Mechanical,Metallurgy and Materials), Science (Biology,Biochemistry,Chemistry,Physics and Space research,Mathematics,earth Sciences,Geography,Environmental Sciences,Psychology),Medicine and Dentistry,Law,Business Studies, Economic and Social Sciences,Educational Studies,TEFL/TESOL and the arts.

Rabu, 14 April 2010

Aplikasi Termodinamika

APLIKASI TERMODINAMIKA DIBIDANG KELAUTAN
(OCEANOGRAFI)

Pemanfaatan Laut sebagai sumber Energi
Termodinamika dianggap sebagai salah satu bagian terpenting dari kehidupan kita sehari-hari. Apakah Anda bepergian dalam kendaraan apapun, duduk nyaman di ruangan Anda ber-AC, menonton televisi dll, Anda akan melihat aplikasi termodinamika hampir di mana-mana secara langsung atau tidak langsung. Ketika Sadi Carnot, anak dianggap sebagai ayah dari termodinamika, diusulkan teorema dan siklus, hampir tidak ada yang membayangkan bahwa usulannya akan memainkan peran utama dalam penciptaan mobil yang akan menjadi salah satu bagian terpenting dari kehidupan manusia. Perkembangan hampir semua jenis mesin dapat ditelusuri ke Teorema Carnot Carnot dan Siklus. Pada tahap ini kehidupan kita bisa kita membayangkan hidup tanpa mobil. Tentu saja kita tidak bisa melupakan pentingnya Stirling, Diesel, Otto dan Ericsson juga menciptakan siklus independen mereka sendiri yang menghasilkan lebih banyak inovasi dan perbaikan dari mobil.

Studi termodinamika melibatkan berbagai hukum termodinamika yang mencakup: Hukum Pertama Termodinamika, Hukum Kedua Termodinamika, Hukum Ketiga Termodinamika, Zeroth Hukum Termodinamika, hukum Boyle, Hukum Charles, dll Landasan hukum-hukum ini diletakkan oleh Sadi Carnot dengan penemuannya Siklus Carnot dan Teorema Carnot. Studi tentang hukum-hukum termodinamika membantu mengungkap berbagai misteri alam, bukan hanya untuk pencapaian materialistis, tetapi juga untuk memperoleh kebijaksanaan spiritual, untuk sejumlah undang-undang seperti hukum ketiga terkait dengan entropi membantu memahami rahasia keberadaan manusia hidup.

Untuk memahami berbagai konsep termodinamika beberapa istilah penting yang berhubungan dengan termodinamika harus dipahami. Studi tentang termodinamika melibatkan sistem dan lingkungannya di mana semua eksperimen dilakukan untuk penemuan perangkat. Ada berbagai jenis proses termodinamika yang membantu menerapkan hukum termodinamika termodinamika untuk berbagai aplikasi.

Energi yang berasal dari laut (ocean energy) dapat dikategorikan menjadi tiga macam:
1. Energy pasang surut (tidal energy),
2. hasil konversi energi panas laut (ocean thermal energy conversion).
Prinsip sederhana dari pemanfaatan ketiga bentuk energi itu adalah: memakai energi kinetik untuk memutar turbin yang selanjutnya menggerakkan generator untuk menghasilkan listrik. Artikel kali ini ialah bagian kedua dari tiga artikel yang membahas tentang energi yang dapat dimanfaatkan dari laut. Di bagian kedua trilogi artikel ini, energi pasang surut (tidal energy) akan dibahas.
1.Energi Pasang Surut
Pasang surut menggerakkan air dalam jumlah besar setiap harinya; dan pemanfaatannya dapat menghasilkan energi dalam jumlah yang cukup besar. Dalam sehari bisa terjadi hingga dua kali siklus pasang surut. Oleh karena waktu siklus bisa diperkirakan (kurang lebih setiap 12,5 jam sekali), suplai listriknya pun relatif lebih dapat diandalkan daripada pembangkit listrik bertenaga ombak. Namun demikian, menurut situs darvill.clara.net, hanya terdapat sekitar 20 tempat di dunia yang telah diidentifikasi sebagai tempat yang cocok untuk pembangunan pembangkit listrik bertenaga pasang surut ombak.
Pada dasarnya ada dua metodologi untuk memanfaatkan energi pasang surut:
A. Dam pasang surut (tidal barrages)
Cara ini serupa seperti pembangkitan listrik secara hidro-elektrik yang terdapat di dam/waduk penampungan air sungai. Hanya saja, dam yang dibangun untuk memanfaatkan siklus pasang surut jauh lebih besar daripada dam air sungai pada umumnya. Dam ini biasanya dibangun di muara sungai dimana terjadi pertemuan antara air sungai dengan air laut. Ketika ombak masuk atau keluar (terjadi pasang atau surut), air mengalir melalui terowongan yang terdapat di dam. Aliran masuk atau keluarnya ombak dapat dimanfaatkan untuk memutar turbin.
Pembangkit listrik tenaga pasang surut (PLTPs) terbesar di dunia terdapat di muara sungai Rance di sebelah utara Perancis. Pembangkit listrik ini dibangun pada tahun 1966 dan berkapasitas 240 MW. PLTPs La Rance didesain dengan teknologi canggih dan beroperasi secara otomatis, sehingga hanya membutuhkan dua orang saja untuk pengoperasian pada akhir pekan dan malam hari. PLTPs terbesar kedua di dunia terletak di Annapolis, Nova Scotia, Kanada dengan kapasitas “hanya” 16 MW.
Kekurangan terbesar dari pembangkit listrik tenaga pasang surut adalah mereka hanya dapat menghasilkan listrik selama ombak mengalir masuk (pasang) ataupun mengalir keluar (surut), yang terjadi hanya selama kurang lebih 10 jam per harinya. Namun, karena waktu operasinya dapat diperkirakan, maka ketika PLTPs tidak aktif, dapat digunakan pembangkit listrik lainnya untuk sementara waktu hingga terjadi pasang surut lagi.
B. Turbin lepas pantai (offshore turbines)
Pilihan lainnya ialah menggunakan turbin lepas pantai yang lebih menyerupai pembangkit listrik tenaga angin versi bawah laut. Keunggulannya dibandingkan metode pertama yaitu: lebih murah biaya instalasinya, dampak lingkungan yang relatif lebih kecil daripada pembangunan dam, dan persyaratan lokasinya pun lebih mudah sehingga dapat dipasang di lebih banyak tempat.
Beberapa perusahaan yang mengembangkan teknologi turbin lepas pantai adalah: Blue Energy dari Kanada, Swan Turbines (ST) dari Inggris, dan Marine Current Turbines (MCT) dari Inggris. Gambar hasil rekaan tiga dimensi dari ketiga jenis turbin tersebut ditampilkan dalam Gambar 6.
Teknologi MCT bekerja seperti pembangkit listrik tenaga angin yang dibenamkan di bawah laut. Dua buah baling dengan diameter 15-20 meter memutar rotor yang menggerakkan generator yang terhubung kepada sebuah kotak gir (gearbox). Kedua baling tersebut dipasangkan pada sebuah sayap yang membentang horizontal dari sebuah batang silinder yang diborkan ke dasar laut. Turbin tersebut akan mampu menghasilkan 750-1500 kW per unitnya, dan dapat disusun dalam barisan-barisan sehingga menjadi ladang pembangkit listrik. Demi menjaga agar ikan dan makhluk lainnya tidak terluka oleh alat ini, kecepatan rotor diatur antara 10-20 rpm (sebagai perbandingan saja, kecepatan baling-baling kapal laut bisa berkisar hingga sepuluh kalinya).
Dibandingkan dengan MCT dan jenis turbin lainnya, desain Swan Turbines memiliki beberapa perbedaan, yaitu: baling-balingnya langsung terhubung dengan generator listrik tanpa melalui kotak gir. Ini lebih efisien dan mengurangi kemungkinan terjadinya kesalahan teknis pada alat. Perbedaan kedua yaitu, daripada melakukan pemboran turbin ke dasar laut ST menggunakan pemberat secara gravitasi (berupa balok beton) untuk menahan turbin tetap di dasar laut.
Adapun satu-satunya perbedaan mencolok dari Davis Hydro Turbines milik Blue Energy adalah poros baling-balingnya yang vertikal (vertical-axis turbines). Turbin ini juga dipasangkan di dasar laut menggunakan beton dan dapat disusun dalam satu baris bertumpuk membentuk pagar pasang surut (tidal fence) untuk mencukupi kebutuhan listrik dalam skala besar.
Berikut ini disajikan secara ringkas kelebihan dan kekurangan dari pembangkit listrik tenaga pasang surut:
Kelebihan:
• Setelah dibangun, energi pasang surut dapat diperoleh secara gratis.
• Tidak menghasilkan gas rumah kaca ataupun limbah lainnya.
• Tidak membutuhkan bahan bakar.
• Biaya operasi rendah.
• Produksi listrik stabil.
• Pasang surut air laut dapat diprediksi.
• Turbin lepas pantai memiliki biaya instalasi rendah dan tidak menimbulkan dampak lingkungan yang besar.
Kekurangan:
• Sebuah dam yang menutupi muara sungai memiliki biaya pembangunan yang sangat mahal, dan meliputi area yang sangat luas sehingga merubah ekosistem lingkungan baik ke arah hulu maupun hilir hingga berkilo-kilometer.
• Hanya dapat mensuplai energi kurang lebih 10 jam setiap harinya, ketika ombak bergerak masuk ataupun keluar.

2. Energi Panas Laut
Ide pemanfaatan energi dari laut yang terakhir bersumber dari adanya perbedaan temperatur di dalam laut. Jika anda pernah berenang di laut dan menyelam ke bawah permukaannya, anda tentu menyadari bahwa semakin dalam di bawah permukaan, airnya akan semakin dingin. Temperatur di permukaan laut lebih hangat karena panas dari sinar matahari diserap sebagian oleh permukaan laut. Tapi di bawah permukaan, temperatur akan turun dengan cukup drastis. Inilah sebabnya mengapa penyelam menggunakan pakaian khusus selam ketika menyelam jauh ke dasar laut. Pakaian khusus tersebut dapat menangkap panas tubuh sehingga menjaga mereka tetap hangat.
Pembangkit listrik dapat memanfaatkan perbedaan temperatur tersebut untuk menghasilkan energi. Pemanfaatan sumber energi jenis ini disebut dengan konversi energi panas laut (Ocean Themal Energy Conversion atau OTEC). Perbedaan temperatur antara permukaan yang hangat dengan air laut dalam yang dingin dibutuhkan minimal sebesar 77 derajat Fahrenheit (25 °C) agar dapat dimanfaatkan untuk membangkitkan listrik dengan baik. Adapun proyek-proyek demonstrasi dari OTEC sudah terdapat di Jepang, India, dan Hawaii.

Gambar 7. Ocean Thermal Energy Conversion dengan Siklus Tertutup
Berdasarkan siklus yang digunakan, OTEC dapat dibedakan menjadi tiga macam: siklus tertutup, siklus terbuka, dan siklus gabungan (hybrid). Pada alat OTEC dengan siklus tertutup, air laut permukaan yang hangat dimasukkan ke dalam alat penukar panas untuk menguapkan fluida yang mudah menguap seperti misalnya amonia. Uap amonia akan memutar turbin yang menggerakkan generator. Uap amonia keluaran turbin selanjutnya dikondensasi dengan air laut yang lebih dingin dan dikembalikan untuk diuapkan kembali (Lihat gambar 7). Pada siklus terbuka, air laut permukaan yang hangat langsung diuapkan pada ruang khusus bertekanan rendah. Kukus yang dihasilkan digunakan sebagai fluida penggerak turbin bertekanan rendah. Kukus keluaran turbin selanjutnya dikondensasi dengan air laut yang lebih dingin dan sebagai hasilnya diperoleh air desalinasi. Pada siklus gabungan, air laut yang hangat masuk ke dalam ruang vakum untuk diuapkan dalam sekejap (flash-evaporated) menjadi kukus (seperti siklus terbuka). Kukus tersebut kemudian menguapkan fluida kerja yang memutar turbin (seperti siklus tertutup). Selanjutnya kukus kembali dikondensasi menjadi air desalinasi.
Fluida kerja yang populer digunakan adalah amonia karena tersedia dalam jumlah besar, murah, dan mudah ditransportasikan. Namun, amonia beracun dan mudah terbakar. Senyawa seperti CFC dan HCFC juga merupakan pilihan yang baik, sayangnya menimbulkan efek penipisan lapisan ozon. Hidrokarbon juga dapat digunakan, akan tetapi menjadi tidak ekonomis karena menjadikan OTEC sulit bersaing dengan pemanfaatan hidrokarbon secara langsung. Selain itu, yang juga perlu diperhatikan adalah ukuran pembangkit listrik OTEC bergantung pada tekanan uap dari fluida kerja yang digunakan. Semakin tinggi tekanan uapnya maka semakin kecil ukuran turbin dan alat penukar panas yang dibutuhkan, sementara ukuran tebal pipa dan alat penukar panas bertambah untuk menahan tingginya tekanan terutama pada bagian evaporator.
Secara ringkas, kekurangan dan kelebihan dari OTEC yaitu:
Kelebihan:
• Tidak menghasilkan gas rumah kaca ataupun limbah lainnya.
• Tidak membutuhkan bahan bakar.
• Biaya operasi rendah.
• Produksi listrik stabil.
• Dapat dikombinasikan dengan fungsi lainnya: menghasilkan air pendingin, produksi air minum, suplai air untuk aquaculture, ekstraksi mineral, dan produksi hidrogen secara elektrolisis.

Kekurangan:
• Belum ada analisa mengenai dampaknya terhadap lingkungan.
• Jika menggunakan amonia sebagai bahan yang diuapkan menimbulkan potensi bahaya kebocoran.
• Efisiensi total masih rendah sekitar 1%-3%.
• Biaya pembangunan tidak murah.
Sebagai pengantar terakhir dari saya, “Dalamnya laut bisa ditebak, namun dalamnya hati siapa yang tahu.” Begitu kata sebuah pepatah. Semoga teknologi untuk memanfaatkan energi dari laut yang sangat menggiurkan ini dapat dikelola dengan baik sehingga tidak menimbulkan dampak buruk bagi ekosistem laut yang sudah lebih dulu ada.

Aplikasi ini membuktikan bahwa pemanfaatan pergerakan dengan pemasangan turbin didaerah pasang surut dan pemanfaatan ombak juga panas laut,menggunakan peralatan yang tentunya memiliki manfaat untuk mengubah pasang surut,ombak serta panas laut menjadi energi listrik menggunakan konsep-konsep termodinamika yang ada.